Rabu, 26 Maret 2014

Mimpi Buruk Sang Bintang Di Panggung Piala Dunia

Diharapkan bisa bersinar dan menunjukkan kebintangannya namun malah terpuruk tidak berdaya plus hal tersebut terjadi di panggung piala dunia, adakah mimpi yang lebih buruk dari itu?

Piala dunia boleh saja dikatakan tidak seketat Piala Eropa atau diklaim tidak seglamour Liga Champions, tetapi magis piala dunia tetap tidak terkalahkan sebagai turnamen sepakbola terbesar di dunia (namanya juga "piala dunia").

Bintang-bintang sepakbola dari seluruh penjuru dunia datang dan menampilkan aksi terbaiknya demi satu trofi piala dunia.
Namun pada akhirnya tetap hanya akan ada satu pemenang dan bintang sesungguhnya yang mengangkat trofi.
Sejarah piala dunia mencatat sederet bintang sepakbola dunia yang tampil di ajang piala dunia dan tidak pernah sanggup mengangkat trofi tersebut di akhir turnamen.
Tidak main-main karena beberapa bintang tersebut sesungguhnya mempunyai pengaruh yang besar dalam dunia sepakbola.

Johan Cruyft adalah salah satu contohnya.
Tampil pada piala dunia 1974 dan 1978 bersama Belanda, Johan Cruyft adalah aktor utama yang memperkenalkan strategi total football Rinus Michell.
Tampil gemilang di dua edisi piala dunia tersebut, Johan Cruyft hanya sanggup mentas di laga final tanpa trofi di akhir laga.

Kalau Johan Cruyft dengan generasi total football Belanda gagal di dua laga final piala dunia maka lain ceritanya dengan sang pelopor footballtainment, David Beckham.
Tampil perdana di piala dunia 1998 dan berujung pada kartu merah sekaligus menjadi kambing hitam kegagalan Inggris, Beckham yang menjabat sebagai kapten masih belum kuasa mengantar Inggris melangkah jauh di piala dunia 2002.
Saat terbaik datang di piala dunia 2006 atau 40 tahun setelah keberhasilan Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.
Datang bersama salah satu generasi terbaik dalam sepakbola Inggris yang berisikan Rio Ferdinand, John Terry, Frank Lampard, Steven Gerrard dan Wayne Rooney, sang kapten dianggap berpeluang besar mengakhir puasa gelar the three lions.
Sejarah pun mencatat, harapan tinggal harapan, Inggris lagi-lagi gagal di fase perempat final dan sekaligus menjadi piala dunia terakhir sang bintang.
Cerita paling sedih mengenai kegagalan bintang di piala dunia mungkin adalah cerita mengenai kegagalan Roberto Baggio mengeksekusi penalti saat final piala dunia 1994 yang menyebabkan Brazil menjadi juara.
Sesungguhnya Baggio tidak gagal-gagal amat mengingat Baggio seperti menapak tilas jejak kepahlawanan Paolo Rossi di piala dunia 1982.
Nyaris seorang diri, Baggio mengantarkan Italia ke partai puncak untuk melawan Brazil.
Sialnya, Baggio justru menurun di partai puncak seperti kehabisan bensin (konon Baggio sebenarnya tidak berada dalam kondisi yang fit).

Masih banyak bintang sepakbola dunia yang tampil di panggung piala dunia namun tidak pernah berhasil mengangkat trofi seperti Paolo Maldini, Raul Gonzales, Michael Owen, Marco Van Basten sampai bintang sekelas Zico, Batistuta dan Michel Platini.

Pertanyaan menariknya sekarang adalah seperti apakah sejarah mencatat kebintangan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di panggung piala dunia?